Minggu, 01 April 2012

Sabtu, 02 April 2011

URGENSI MICRO TEACHING BAGI CALON GURU PROFESIONAL



URGENSI MICRO TEACHING BAGI CALON GURU PROFESIONAL
 Urgensi Micro Teaching (MT)
MT merupakan kelanjutan dan sebagai wahana implementasi dari berbagai teori yang telah dipelajari mahasiswa pada matakuliah-matakuliah sebelumnya. MT sebagi proses yang sangat menentukan bagi mahasiswa agar kompeten melakukan real teaching. MT dipahami sebagi satu matarantai untuk menyiapkan mahasiswa sebagi calon guru profesional
 Guru?
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Psl 1 UU No 14/2005)
 Profesional?
Profesional adalah pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (Psl. 1 UU No 14/2005)
Prinsip-prinsip Guru Profesional?
1. Miliki bakat, minat, panggilan jiwa & idealisme
2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan & Akhlak mulia (character building)
3. Miliki kualifikasi akademik (S1/D IV) dan latar belakang pendidik sesuai dengan bidang tugas
4. Miliki kesempatan untuk ngembangkan profesi
5. Miliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas profesi
6. Memililki organisasi profesi

 Persyatan Guru Profesional?
Guru wajib memiliki:
1. Kualifikasi akademik (minimal S1/D IV)
2. Kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional)
3. Sertifikat pendidik (untuk calon guru melalui pendidikan profesi)
4. Sehat jasmani dan rokhani
5. Miliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pddk nasional
 Pembelajaran
Pembelajaran konvensional didominasi oleh guru terutama dengan ceramah. Pembelajaran baru menuntut partisipasi siswa secara aktif. Proses pembelajaran yang tidak lagi didominasi oleh guru, karena tidak setiap guru yang mengajar secara otomatis siswa mengalami proses pembelajaran.
PRINSIP PARADIGMA BARU

1. Berpusat pada pencerahan siswa
2. Belaar dengan mengamalkan
3. Mengemb kemampuan pribadi dan sosial
4. Mengemb rasa ingin tahu
5. Problem solving
6. Mengemb kreativitas siswa



EDUTAINMENT
1.Humanizing the classroom
2.Quantum learning – teaching
3.Active learning
4.PAKEM (Pembel Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan)


KENDALA
1. Terbiasa dengan pembelajaran secara mekanis
2. Sulit berubah
3. Kesempatan terbatas
4. Belum memahami strategi pembelajaran baru

MOTIVASI INOVASI PEMBELAJARAN

1. Merespon tuntutan sebagai akibat perubahan yang sangat cepat
2. Membantu pembelajaran siswa
3. Meningkatkan daya tarik pembelajaran
4. Mengatasi problem pembelajaran
5. MeniNgkatkan kompetensi dan komitmen diri
6. Menjadikan diri unggul
7. Menjadi guru lebih profesional



 SOSOK PNS IDEAL?
•Mempunyai kompetensi yang diindikasikan pada sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
•Guru merupakan pusat teladan dan panutan. Guru punya pengaruh terhadap siswanya (Republika, 2002).

Selasa, 22 Maret 2011

SYARAT PENDAFTARAN MUNAQOSYAH

SYARAT PENDAFTARAN MUNAQOSYAH

  1. Blangko Pendaftaran Munaqosyah
  2. Foto Kopi Syah Sertifikat Tofl, Toafl dan IT (Kursus Komputer)
  3. File Abstract dan print outnya
  4. Foto Kopi KTM
  5. Foto Kopi KRS Terakhir
  6. Foto Kopi Sertifikat KKN
  7. Foto Kopi Sertifikat PPL
  8. Foto Kopi Syah Ijazah STTB Terakhir
  9. Bukti Seminar Proposal
  10. Kartu Bimbingan Asli
  11. Halaman Cover Skripsi

12. Naskah Skripsi 3 Exemplar

    • Surat Persetujuan Pembimbing Asli 4 Ex (3 langsung dimasukkan dalam naskah skripsi) dan yang 1 untuk mendaftarkan) à Untuk 1 Pembimbing
    • Surat Persetujuan Pembimbing Asli 5 Ex (3 langsung dimasukkan dalam naskah skripsi) dan yang 2 untuk mendaftarkan) à Untuk 2 Pembimbing

13. Foto Berwarna Begron Warna Merah Ukuran 3 X 4 cm sebanyak 3 lembar (Berjas Hitam dan Berdasi)

14. Surat Pernyataan Asli, yang menyatakan bahwa skripsi adalah hasil karya sendiri dengan bermeterai Rp 6.000

15. Surat Pernyataan, bagi yang fotonya memakai kerudung bermeterai Rp 6.000

16. Abstrak 4 Ex. (3 langsung dimasukkan dalam naskah skripsi dan yang 1 untuk mendaftarkan)

17. Materi yang digunakan untuk presentasi 4 Ex. (3 langsung dimasukkan dalam naskah skripsi dan yang 1 untuk mendaftarkan)

18. Ringkasan Skripsi (print out dan filenya dalam format rtf.)

oooOOOooo


Sabtu, 09 Oktober 2010

replika kapal pinisi


replika kapal pinisi yang terbuat dari kayu mahoni yang berukuran kecil merupakan hasil karya yang sangat luar biasa. ini hanya sebuah uji coba saja setelah melihat berbagai gambar replika di internet. entah pikiran apa yang merasuki ke pikiran saya sehingga saya menjadi kepingin membuat kapal replika seperti ini.
layar kapal terbuat dari kertas dan semuanya dilekatkan dengan lem alteco. di dalam pembuatannya tidak ada bahan yang mahal. maklum harga bahan-bahan sekarang mahal (mulai ngaco).

Kamis, 05 November 2009

SAMURAI X


Bangsa Jepang selalu berusaha membuat
sejarahnya menarik untuk disimak melalui berbagai media, salah

satunya melalui komik berjudul “Samurai X” ini. Setting waktu
komik ini adalah tahun ke-5 Meiji, pasca perang saudara antara rezim
lama Bakufu melawan rezim Meiji yang menginginkan pembaharuan.
Perang dimenangkan oleh Meiji, dan berbagai usaha untuk membangun
Jepang baru (lazim disebut “restorasi Meiji”) mulai dilakukan.
Perang menyisakan banyak kerusakan, luka-luka, serta para veteran
perang yang berusaha menjalani hidup baru. Salah satu dari mereka
adalah Kenshin Himura, yang berusaha meninggalkan masa lalunya
sebagai Battosai, pembantai kejam berdarah dingin dari kelompok
Choshu yang ikut berperan dalam tegaknya rezim Meiji.
Kenshin –lelaki bertubuh kecil,
berusia 28 tahun dengan bekas luka silang di pipi- ternyata tak bisa
sepenuhnya menghindari kodratnya sebagai petarung. Hal ini
disebabkan karena kondisi politik yang belum stabil menimbulkan
pertarungan, pemberontakan, dan pelanggaran hukum di mana-mana.
Belum lagi banyaknya orang yang menaruh dendam pada Battosai di masa
lalu. Kondisi ini mau tak mau membawa Kenshin ke dalam pertarungan,
walaupun ia selalu berusaha untuk tidak membunuh lawannya dalam
keadaan apapun.
Petualangan barunya sebagai Kenshin
Himura —bukan Battosai si Pembantai- bermula dari pertemuannya
dengan Kaoru Kamiya, pemilik dojo aliran Kamiyakasshin. Cerita
berkembang ketika ia mulai terikat pada Kaoru dan dojo Kamiyakasshin,
serta bertemu teman-teman baru. Mereka antara lain adalah Sanosuke
Sagara (Mantan anggota kelompok pemberontak Sekihotai) dan Yahiko
Myojin (anak yatim piatu, ayah ibunya adalah ksatria Meiji).
Berbagai masalah ternyata memaksa Kenshin untuk menghunus kembali
pedangnya yang bermata terbalik—tumpul di bagian luar- tanpa harus
kembali menjadi Battosai. Kenshin yang ingin membuang jauh-jauh masa
lalunya mengalami tekanan batin yang hebat, karena masa lalunya
seolah-olah mengejar dan muncul dihadapannya. Lawan-lawan Kenshin
saat menjadi Battosai pada masa perang terus menerus mengusik
kehidupan barunya. Mereka antara lain adalah: Aoshi Shinomori(Ketua
Juppongatana, lebih dikenal sebagai Ninja), Hajime Saito(Ketua
kelompok Shinsengumi, pendukung pemerintahan Bakufu), serta Makoto
Shisio (Battosai bayangan yang hidup lagi setelah dilenyapkan oleh
pemerintah Meiji). Berbagai usaha harus ditempuh Kenshin dan
kawan-kawannya untuk menjaga perdamaian; dan sekali lagi—khusus
bagi Kenshin- tanpa harus kembali menjadi seorang Battosai.
Latar belakang sejarah komik ini
sangatlah kuat dan akurat. Berbagai tokoh-tokoh kenamaan Jepang Kuno
seperti Kogoro Katsura, Perdana Menteri Okubo, Soshi Okita, serta
tokoh-tokoh dari pihak Bakufu maupun Meiji ikut ambil bagian dalam
cerita. Kondisi sosial, politik, dan ekonomi juga digambarkan dengan
amat detail. Bagaimana pengaruh barat mulai memasuki Jepang, mulai
digunakannya mesiu dan opium, larangan membawa pedang di jalan umum,
serta kebusukan pemerintahan mampu mencerminkan kondisi Jepang saat
itu. Membaca buku ini tak hanya memberi hiburan, namun juga berbagai
pengetahuan.
Serial Samurai X yang dikemas dalam 28
jenis ini adalah salah satu masterpiece dalam komik Jepang (Manga).
Kualitasnya—baik ilustrasi maupun jalan cerita- sangat luar biasa.
Suatu ide terbersit di benak saya setelah selesai membaca serial ini:
seandainya saja sejarah Indonesia pada masa Ken Arok dan Tunggul
Ametung dapat dituangkan dalam media manga dengan kualitas sekelas
Samurai X, saya yakin pasti pemuda kita akan lebih menghargai budaya
bangsanya.